Simon Mcmenemy: Kami Optimis Lawan Persija

Gendering helatan kompetisi sepakbola paling elit di tanah air akan segera ditabuh, ada beberapa tim yang sudah bersiap untuk untuk turun gelanggan bahkan tidak sabar menunggu laga perdana. Seperti Bhayangkara FC yang akan bersua sang kampiun Piala Presiden Persija Jakarta.

Laga ini akan dilangsungkan di stadion utama Gelora Bung Karno 23 Maret 2018, Senayan, Jakarta. Laga perdana ini akan menjadi sangat menarik melihat eksistensi sekaligus performa ke dua tim. Bhayangkara FC akan mempertaruhkan reputasinya sebagai juara bertahan liga 1 Indonesia musim 2017 silam, dimana mereka sangat dominan terhadap tim-tim liga 1, bahkan Persija sekalipun.

Demikian halnya dengan Persija, anak-anak asuh coah Teco adalah raja kompetisi pramusim. macan kemayoran tidak dapat disangkal, sejak menjurai piala Presedin 2018, dengan kehadiran beberapa pemain baru terutama sang superstar Marco Simic, memberikan performa luar biasa bukan hanya di level nasional bahkan Internasiona seperti AFC, mereka meremukkan lawan-lawan mereka bahkan dengan skor telak.

Simon mcMenemy sebagai aktor intelektual yang merancang konsep bermain anak-anak The Guardian sangat optimis dapat membungkam Persiaj di depan pendukung fanatiknya sendiri, The Jekmania. Meskipun pada sisi yang sama, ada beberapa pilar mereka yang masih dalam transisi adaptasi dengan karakter tim.

mcMenemy mengatakan, “memang, ada satu dua pemain yang masih dalam tahap adaptasi dengan tim. Tapi yang pasti, ketika skuat bermain dengan cara kita sendiri, dengan karakter kita sendiri, kita pasti bisa mengalahkan mereka dengan tampil bagus”, papar pelatih asing itu pada jumpa Pers kemarin.

Persija patut waspada dengan Bhayangkara, terutama dengan adanya mcMenemy di tubuh The Guardian. Terbukti pada musim lalu, materi pemain yang dimiliki oleh Bhayangkara Fc di bawah arahan mcMenemy sangat tidak mewah, hanya ada beberapa bintang di sana, seperti Evan Dimas, Dutra, Ilahm Udin. Akan tetapi tangan dingin sang pelatih, mampu mengangkat moral tim semenjana itu bahkan menjadi juara mengalahkan Bali United sebagai rival terdekatnya.

Meski demikian, Simon mcMenemy tetap merasa was-was ketika berhadapan dengan macan kemayoran, karena satu hal yaitu, The Jekmania, supporter fanatic Persija memberikan impek yang sangat besar terhadap pertandingan, mcMenemy mengatakan “melawan Persija akan selalu sulit dalam setiap pertemuan, ketika di depan suporternya sendiri, mereka seperti halnya bermain dengan 15 orang di lapangan”, Simon menilai The Jekmania yang pada final piala Presiden lalu membuat kerusakan di stadion Gelora Bung Karno.

mcMenemy boleh saja khawatir kala berjumpa Persija apalagi dalam laga tandang seperti saat ini, karena pada musim lalu, the Guardian selalu mendulang hasil negatif kala berhadapan dengan anak-anak asuh Teco. Seperti ketika mereka ditekuk oleh Persija di partai penutup liga 1 musim lalu dengan skor tipis 1-2 untuk keunggulan Persija.

Berangkat dari pengalaman seperti itulah yang membuat hasrat mcMenemy menyala untuk mengalahkan Persija Jakarta. Seperti yang dikatan oleh Menemny soal dendam kusumat itu “kami selalu mempelajari karakter dan cara bermain Persija dari musim lalu, dan sekarang lebih keras lagi. Karena kami ingin menuntut balas kekalahan musim kemarin”, tandas mcMenemy dengan optimisme tinggi.

Keinginan sang pelatih bisa saja terjadi, apalagi hadirnya striker asing, Nikola Komazec. Kehadiran penyerang asal Serbia ini menjadi pelengkap untuk menodai jala gawang Persija. Striker anyar ini mengaku bahwa, dia akan baik-baik saja meski pertama kali menjajal rumput tanah air, dia mengatakan “liga Indonesia adalah salah satu yang terbaik di Asia, saya sudah mendengarnya. Keadaan cuaca yang panas tidak akan mengganggu performa saya” tegas pemain anyar Bhayangkara. Jadi patut untuk ditunggu, optimisme mcMenemy serta debut sang striker Serbia untuk Bhayangkara fc

Leave a Reply